Beranda Kampus KKN, 3.555 Mahasiswa Unila Turun ke 470 Desa di Lampung

KKN, 3.555 Mahasiswa Unila Turun ke 470 Desa di Lampung

118
0
BERBAGI
Pelepasan mahasiswa KKN Unila, di GSG Unila, Senin, 30 Desember 2019.

TERASPENDIDIKAN.COM — Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata (BP KKN) Universitas Lampung (Unila),  Rektor Unila, dan Asisten Bidang Administrasi Umum Pemprov Lampung melepas 3.555 mahasiswa KKN Periode I tahun 2020 kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, di Gedung Serba Guna Unila, Senin (30/12).

Mengusung tema “Penerapan IPTEK Melalui Kegiatan KKN Untuk Akselerasi Program Pembangunan dan Masyarakat Sinergisitas Perguruan Tinggi dengan Pemerintah”, para mahasiswa KKN Unila ini diharapkan bisa membantu desa dalam penerapan iptek. Utamanya terkait dengan beberapa program yang digerakkkan dengan dana desa.

“Mereka akan berada di desa selama 40 hari,” kata Kepala BPKKN Unila, Sri Waluyo.

Sri Waluyo menjelaskan, 3.555 mahasiswa KKN periode I Unila tersebut berasal dari 8 fakultas. Perinciannya:  432 mahasiswa FISIP, 778 mahasiswa FKIP, 382 mahasiswa dari Fakultas Hukum, 798 dari Fakultas Pertanian, 248 dari Fakultas Teknik, FMIPA sebanyak 213 mahasiswa, Fakultas Ekomomi dan Bisnis 552 mahasiswa, dan Fakultas Kedokteran 109 orang.

“Mereka akan terjun ke desa- 470 desa di  6 kabupaten di Lampung. Diharapkan mereka bisa menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus ke desa-desa,” kata Sri Waluyo.

Asisten Bidang Administrasi Umum Chandri saat mewakili Gubernur melepas 3.555 orang Mahasiswa KKN di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, Senin (30/12/2019).

Menurut Chandri, Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik kegiatan KKN yang dilaksanakan oleh Universitas Lampung.

“Diharapkan beberapa desa di wilayah Provinsi Lampung yang masih memerlukan sentuhan-sentuhan teknologi dan pendampingan keilmuan dari berbagai disiplin ilmu dapat lebih melek Iptek melalui KKN,” ujar Chandri.

Dengan demikian, lanjut Chandri, pada gilirannya masyarakat memiliki bekal untuk bangkit dan bergerak untuk membangun desanya menjadi lebih maju dan sejahtera.

Chandri mengatakan di era digital saat ini kunci akselerasi pembangunan ada di pundak generasi muda yang lebih menguasai dunia digital/internet, juga memiliki kreativitas dan inovasi yang sangat dibutuhkan dalam era Revolusi Industri 4.0 saat ini.

LEAVE A REPLY