Beranda Opini Sistem Pembelajaran yang Efektif bagi iswa SD Kelas Rendah di Masa Pandemi

Sistem Pembelajaran yang Efektif bagi iswa SD Kelas Rendah di Masa Pandemi

7
0
BERBAGI

TERASPENDIDIKAN.COM — Sebagai upaya untuk mencegah pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah meminta siswanya untuk belajar di rumah. Mulai 16 Maret 2020 sekolah menerapkan metode pembelajaran siswa secara daring. Lalu, efektifkah pembelajaran daring ini?

Efektif atau tidaknya pembelajaran dapat diidentifikasi melalui perilaku-perilaku antara pemelajar dan pembelajar. Bagaimana respons pebelajar terhadap apa yang disampaikan oleh pemelajar.

Dalam hal ini orang tua lah faktor penting yang menentukan keberhasilan belajar seorang anak. Mengapa bisa begitu? Karena orang tua berperan penting sebagai motivator sekaligus pembimbing untuk anak-anaknya saat belajar di rumah. Dan pengajar pengganti dirumah tidak bisa dianggap remeh, karena harus membagi waktu antara mengerjakan pekerjaan rumah dan membimbing anaknya saat belajar online.

Sistem pembelajaran Visit Home adalah yang paling efektif untuk anak SD kelas rendah. Apa itu pembelajaran visit home? Yaitu guru mengunjungi rumah siswanya untuk memberikan materi, pembelajaran dan masalah yang dihadapi oleh anak didik.

Visit home dapat memberikan dampak baik secara langsung maupun tidak langsung. Visit home ini adalah salah satu upaya penting untuk membantu dan membimbing perkembangan sikap anak dan kesulitan yang dihadapi terhadap proses belajar yang berpengaruh terhadap psikologi dan kejiwaan anak sesuai dengan tingkat dan situasi termasuk dalam hal motivasi. Dalam proses belajar motivasi sangat diperlukan sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.

Home visit dilakukan dengan cara, kunjungan guru ke rumah anak didik dan mengumpulkan siswa yang tempat tinggalnya berdekatan maksimal 10 anak. Untuk jadwal pembelajaran di setiap kelas home visit, para siswa akan mendapatkan mata pelajaran dua kali dalam satu minggu, dengan waktu pembelajarannya mulai pukul 08.00 sampai 10.00 WIB.

Belajar Home visit bisa dimulai dari hal- hal yang sederhana seperti bagaimana kebiasaan belajarnya, bagaimana sholatnya, bagaimana bersikap terhadap orang tua, kebiasaan makan dan minumnya, itu semua harus dikomunikasikan kepada orang tua supaya mereka tahu kebiasaan yang ada disekolah dengan harapan orang tua bisa membantu mengingatkan ananda saat dirumah.

Siswa SD kelas rendah sangat membutuhkan pendampingan sangat belajar, karena jika hanya belajar daring yang didampingi oleh orang tua anak cenderung mengabaikan dan tidak mendengarkan tetapi berbeda jika belajar dengan guru anak dapat mengikutinya dengan baik. Hal ini sering terjadi karena anak merasa takut dengan guru. Visit home, para siswa dapat menangkap pembelajaran secara visual dan audio, karena mereka tidak semuanya menguasai salah satu media pembelajaran tersebut.

Dengan kunjungan rumah guru dapat mengetahui perkembangan siswa baik kognitifnya, afektifnya maupun psikomotorik demikian pula dengan orang tua siswa. kegiatan home visit ini sangat penting di lakukan di sekolah karena banyak sekali masalah yang muncul di sekolah berawal dari lingkungan keluarga. Maka perlu adanya kerjasama yang baik antara guru dan orang tua dan juga masyarakat.

Nur Afifah,   Mahasiswa FKIP PGSD, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta