Beranda Kampus Unila Kampanyekan Gerakan Biopori

Unila Kampanyekan Gerakan Biopori

132
0
BERBAGI

TERASPENDIDIKAN.COM — Dalam menangani genangan air hujan yang tidak meresap ke tanah secara maksimal, Universitas Lampung (Unila) mengembangkan teknik biopori untuk mengatasi masalah resapan air tersebut.

Biopori atau yang biasa disebut lubang resapan air ini dibuat dengan tujuan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya serap air pada tanah.

Unila sendiri sudah banyak membuat lubang biopori di sekitar kampus. Namun, karena belum maksimal mengatasi permasalahan genangan air, maka lubang biopori di wilayah Unila diperbanyak demi terciptanya kampus ramah biopori.

Penambahan lubang biopori akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, di mana Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si., secara simbolis telah membuat lubang biopori sebagai tanda bahwa pembuatan lubang biopori akan segera dilaksanakan.

Fungsi lubang biopori ini selain untuk resapan air hujan, juga nantinya akan digunakan sebagai tempat pembuatan pupuk kompos.

“Di mana pada lubang biopori itu nantinya akan diisi oleh sampah-sampah organik, seperti daun kering yang ke depannya akan diambil untuk dijadikan pupuk kompos” jelas Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., selaku Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila, Minggu (13/9/2020).

Menurut Ketua Greenmetric Unila Dr. Henky Mayaguezz, selain berfungsi sebagai resapan air dan tempat pembuatan pupuk kompos, lubang biopori dibuat untuk menyimpan cadangan air lebih banyak di dalam tanah.