Beranda Pendidikan Dua Jurnalis Senior Lampung Jadi Pemateri Kursus Menulis Esai

Dua Jurnalis Senior Lampung Jadi Pemateri Kursus Menulis Esai

240
0
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM – Sejumlah nominator dan peserta Lomba Menulis Esai mengikuti kursus singkat menulis (coaching clinik) menulis esai yang dipandu langsung oleh jurnalis senior Oyos Saroso HN (Pemred Teraslampung.com) dan Budisantoso Budiman (redaktur senior LKBN Antara) di Mal Boemi Kedaton (MBK), Bandarlampung, Senin (4/12)

Kursus menulis singkat yang merupakan puncak rangkaian acara dari kegiatan tri lomba Lampung Terus Membangun ini, juga memberikan kesempatan kepada para nominator untuk sedikit bercerita di hadapan dewan juri alasan dan tujuan mereka mengikuti kegiatan lomba.

Dalam pemaparannya, Oyos Saroso HN menjelaskan tentang unsur penting dalam sebua opini atau esai. Unsur penting itulah yang menjadi pokok peniliaan para juri Lomba Menulis Esai 2017 yang digelar Pemprov Lampung.

“Banyak peserta yang bagian awalnya hingga bagian tengah tulisanya bagus, tetapi isinya kurang dalam karena kebanyakan kutipan atau referensi. Dalam opini atau esai, yang terpenting adalah pendapat penulis. Referensi atau pendapat pakar untuk memperkuat argumentasi,”katanya.

Dalam Lomba Esai 2017 yang digelar Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Pemprov Lampung ada lima juri yang menilai karya para peserta. Mereka adaalah Oyos Saroso HN, Asrian Hendicaya (FEB Unila), I.B. Ilham Malik (FT UBL), Budisantoso Budiman (jurnalis senior LKBN Antara), dan Achmad Chrisna Putra (Diskominfotilk Pemprov Lampung).

“Meskipun latar belakang para juri berbeda-beda, tetapi semuanya menguasai teknik penulisan esai. Naskah yang masuk ke panitia sebelum diserahkan kepada para juri sudah dihilangkan nama penulisnya dan diberi kode. Yang dinilai adalah karya peserta, tanpa melihat siapa penulisnya,” kata Oyos.

“Kami punya sudut pandang masing-masing. Tapi, kami punya standar penilaian, yakni kesesuaian judul dengan isi, segi bahasa terutama pemilihan kata atau diksi untuk mengorganisasikan pemikiran , dan kedalaman penulis menggali tema,”imbuhnya,

Sementara itu, Budisantoso Budiman, lebih menjelaskan mengenai teknik penulisan artikel ilmiah yang meliputi kerangka tulisan, pedoman penulisan, dan lain sebagainya.

“Banyak kelemahan tulisan adalah dari aspek bahasanya. Penulis tidak bisa membedakan mana yang harus dikasi tanda petik, tanda koma, penggunaan huruf kapital dan lainnya. Karena kelihatan sekali, banyak karya tulisan yang masuk, bahasanya amburadul,” papar Budi.

Seperti diketahui, tri Lomba Lampung Terus Membangun terdiri dari Lomba Menulis Esai, Lomba Foto, dan Lomba Konten Positif, yang bertemakan “Lampung Terus Membangun”. Para pemenang lomba akan diumumkan malam nanti pada acara puncak, di Mall Boemi Kedaton.

Selain pelatihan menulis esai, ada juga Coaching Clinic Fotografi yang bersama Arbain Rambeym dan Bedah Medsos Video Instagram oleh Rizky Anugerah dari @lampunginsta dan Ale @lampung_kuliner.

Acara juga akan dimeriahkan dengan gelaran fashion show dari Tapis Art Collection bertajuk Tapis Zaman Now. Pengunjung juga akan disajikan kopi robusta Lampung secara gratis, dan berbagai doorprize.